Oleh : Sri Astutik
Keuangan adalah satu kata penting yang selalu menjadi topik perbincangan di berbagai sisi kehidupan ummat manusia, mulai dari anak kecil sampai pada dewasa hingga orang tua, mulai dari kaum jelata sampai melata, dan sebagainya. Jadi teringat dengan sosok penyanyi cantik tahun sembilan puluhan sebut saja Erie Suzan dengan lagu populernya mabuk duit. "...mabuk duit, semua orang mabuk duit, siang dan malam mikirin duit..." begitulah kira-kira potongan lirik lagunya yang sampai saat ini masih cocok di jadikan pijakan dalam realita yang ada. Hal ini menandakan bahwa duit atau uang adalah satu-satunya alat transaksi pertama dan utama dalam kehidupan ummat manusia saat ini setelah barter.
Secara spesifik, keuangan yang akan dibahas dalam tulisan ini bukanlah keuangan negara maupun daerah, atau kelembagaan negara, maupun swasta, melainkan keuangan diri kita secara personal dengan berbagai kebutuhan pokok dan medasar hingga kebutuhan pelengkap dan assesoris. Mengapa perlu disajikan dalam tulisan ini? Mungkin saja melalui tulisan ini mampu membantu pembaca dalam memanagement keuangan secara pribadi agar lebih bisa mengatur keuangannya sedini mungkin.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam memanagement keuangan pribadi dan keluarga, adalah sebagai berikut :
Pertama, melakukan pencatatan list kebutuhan dalam jangka waktu satu bulan kedepan, mulai dari kebutuhan paling terkecil, sabun mandi, pasta gigi, deterjen, sampai kebutuhan besar semisal beras, listrik, pulsa, lauk pauk, bahan bakar, dan lain sebagainya. Lalu kemudian diakumulasi dengan jumlah total rupiah.
Kedua, melakukan pencatatan list penghasilan dalam jangka waktu satu bulan, tentunya penghasilan halal yang sudah dikeluarkan zakat, infaq, serta shodaqahnya untuk sesama dan kepentingan sosial agama.
Ketiga, melakukan perhitungan, antara jumlah rupiah pada list kebutuhan, dengan jumlah rupiah list penghasilan. Pasti akan menemukan 3 kemungkinan, yaitu : minus, surplus, dan slogan pertamina "pasti pas".
Dari ketiga langkah sederhana tersebut diatas, dapat dilakukan dengan cukup mudah, tanpa harus mendatangkan pakar akuntan.
Selanjutnya langkah keempat yang dapat dilakukan, adalah apabila pada langkah ketiga muncul angka rupiah surplus atau pemasukan lebih besar dari pengeluaran. Maka yang harus dilakukan adalah menabung, artinya dana surplus dijadikan simpanan untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak, seperti halnya pengobatan, keperluan hajat keluarga dan tetangga, dan lain sebagainya.
Kesimpulannya adalah, menagement keuangan dapat dilakukan dan dibiasakan sedini mungkin, yang kegunaan dan fungsinya cukup signifikan dalam kehidupan kita, apalagi dalam bingkai rumah tangga, dengan ketiga, sampai keempat langkah metode perhitungan yang dapat kita terapkan secara terperinci dan cukup mudah serta sederhana, akan tetapi besar fungsi dan manfaatnya. Dan yang paling terpenting memiliki komitmen untuk misi merevitalisasi keuangan sendiri.
Wallahu A'lam.
Selamat mencoba,
Semut Ibrahim
0 Komentar